Perlukah Wisuda
di Sekolah?
Adlin Dafi
Ardyansyah1
Madrasah Aliyah
Salfiyah Syafi’iyah Program Keagamaan dan Kebahasaan
Abstrak
Wisuda menjadi
momen yang paling dinantikan oleh para mahasiswa atau siswa sekolah dasar
hingga menengah keatas. Kelulusan seorang siswa menjadi kebahagiaan dan penuh
kenangan yang pernah dilalui oleh semua siswa. Terutama masa putih abu-abu yang
kerap menjadi sebuah kisah yang selalu dikenang hingga dewasa nanti. Dimulai
dari kisah cinta dan persahabatan yang terkenang. Selain itu, wisuda menjadi
tanda bahwa seorang siswa atau mahasiswa siap untuk melanjutkan jenjang
selanjutnya. Untuk mengenang kisah tersebut maka para siswa/guru berinisiatif
merayakan kelulusan dengan mengadakan serangkaian acara wisuda.
1
Pendahuluan
Wisuda menjadi momen kelulusan yang identik dengan jenjang
perkuliahan, yang mana menjadi prosesi pengukuhan resmi dari pencapaian
akademik dan kompetensi yang telah dicapai oleh mahasiswa. Pemberian gelar
dalam upacara wisuda mencerminkan kemampuan dan pengetahuan spesifik yang telah
diperoleh. Tidak hanya di jenjang perguruan tinggi saja, wisuda juga sudah
menjadi bagian acara kelulusan pada jenjang di bawahnya, seperti sekolah dasar
hingga menengah ke atas.
Kelulusan
seorang siswa atau mahasiswa sangatlah menjadi momen yang haru dan terkenang.
Karena momen itu menandakan bahwa seorang siswa/mahasiswa sudah pantas untuk
melanjuti jenjang selanjutnya. Biasanya kelulusan ini dirayakan dengan sebuah
acara atau pesta yang dihadiri oleh para siswa, orang tua, dan guru. Namun,
dalam beberapa waktu belakangan ini wisuda menjadi perbincangan hangat karena
mengundang kontraversi dari berbagai pihak. Untuk mengetahui lebih dalam akan
permasalahan tersebut, alangkah baiknya kita Simak penjelasan di bawah ini guna
pembaca dapat berpendapat sesuai dengan hati nurani.
2
Pembahasan
2.1
Tujuan Wisuda
Wisuda pada
umumnya memiliki tujuan yang sama yaitu merayakan kelulusan dengan
sebaik-baiknya agar menjadi momen yang dapat terkenang oleh para wisudawan.
Tetapi tujuan utama dari perayaan wisuda ini adalah untuk mengakui dan
merayakan pencapaia akademik wisudawan ketika menempuh studi di jenjang
tersebut. Selain itu, perayaan ini juga menjadi cara untuk menghargai prestasi
akademik wisudawan dan juga menandakan transisi perpindahan dari jenjang
pendidikan satu ke jenjang pendidikan selanjutnya.
Selain dari faktor
akademik, ternyata wisuda juga menjadi salah satu untuk membangun rasa
kebersamaan dengan keluarga, teman, dan guru/dosen. Ketika mendekati kelulusan,
biasanya kelas yang awalnya tidak akur dan sulit untuk kerja sama maka Ketika
akan kelulusan seketika para siswa di kelas tersebut menjadi akur dan saling
pengertian. Peristiwa tersebut bukan suatu yang aneh tetapi menjadi
pembelajaran bahwa orang yang telah menemani kita selama beberapa tahun pada
akhirnya akan berpisah juga. Maka dari itu kita berusaha untuk membuat kenangan
yang baik pada masa-masa sebelum kelulusan.
Tak hanya
disitu wisuda juga menjadi ajang untuk
menunjukkan kualitas dan prestasi pendidikan yang terdapat. Biasanya pada saat
wisuda dibacakan pencapain prestasi yang didapat oleh suatu instansi pendidikan
tersebut. Semakin banyak prestasi yang didapat oleh lembaga pendidikan tersebut
maka dinilai semakin tinggi kualitas pendidikannya.
2.2
Dampak Positif
Melihat
berbagai tujuan diatas, wisuda memiliki beberapa dampak positif bagi siswa dan
lembaga pendidikan. Diantaranya menjadi ajang penunjukan kualitas pendidikan di
suatu Lembaga pendidikan tersebut. dan juga membangun jiwa solidaritas dengan
teman.
Bahkan wisuda
juga dapat mengasah kreativitas para siswa, karena sebagian Lembaga pendidikan
yang menyiapkan acara pelepasan atau kelulusan adalah siswanya sendiri dengan
menampilkan berbagai penampilan kreatif yang dapat dikenang setelah lulus.
Dampak
psikologi untuk siswa adalah meningkatnya rasa percaya diri dan semangat untuk
meraih tujuan yang lebih tinggi. Karena merayakan pencapaian pribadi dan
menunjukan kepada dunia bahwa seorang siswa berhasil menyelesaikan pendidikan.
Selain itu, mempererat hubungan sosial dengan teman. Bertemu teman dan keluarga
juga dapat meningkatkan skill berkomunikasi yang berguna untuk bersosial
masyarakat.
Dapat
menginspirasi adik kelasnya agar berkembang dan menciptakan prestasi yang lebih
unggul dari kakak kelasnya. Serta menjadi motivasi dan semangat bagi
maasyarakat sekolah pada umumnya.
2.3
Dampak Negatif
Dibalik tujuan
dan dampak positif tersebut, ternyata wisuda juga memiliki dampak negatif. wisuda
di tingkat sekolah dasar dan menengah tidak memiliki esensi yang sama. Siswa di
tingkat ini masih dalam proses pembelajaran dasar, belum mencapai tingkat
spesialisasi atau kompetensi profesional yang signifikan. Wisuda pada jenjang
ini lebih bersifat seremonial tanpa pengakuan formal atas kompetensi yang
spesifik.
Penyelenggaraan
wisuda kelulusan memerlukan biaya yang tidak sedikit dari ratusan ribu hingga
jutaan rupiah dan seringkali membebani ekonomi bahkan menyebabkan utang dan
pinjaman online. Biaya yang mahal tersebut biasanya digunakan untuk menyewa gedung,
pakaian, dan konsumsi.
Persiapan foto
dan proses wisuda anak menjadi sumber munculnya stres bagi anak-anak, terutama jika fokus berlebihan pada penampilan dan juga perbandingan
strata sosial di medsos. Bahkan perayaan yang mewah mendorong untuk memiliki
gaya hidup hedonisme dan bisa mengabaikan nila-nilai pendidikan yang lebih
penting.
Perayaan wisuda yang berlebihan dapat mengakibatkan beban mental pada anak
dan orang tua, terutama jika mereka tidak bisa memenuhi standar yang diterapkan.
3
Kesimpulan
Dilihat dari dampak positif dan negatif dapat ditarik kesimpulan, bahwa perayaan
kelulusan menjadi momen penting untuk mengenang prestasi dan perjuangan selama
beberapa tahun di suatu jenjang pendidikan terssebut. Namun, perayaan itu justru
dapat menjadi bumerang bagi para siswa, orang tua, maupun instansi pendidikan
tersebut. Bahkan perayaan tersebut menjadi sumber permasalahan ekonomi dan
menjadi beban mental. Alangkah baiknya jika merayakan kelulusan dengan sederhana
tetapi menjadi sebuah kenangan baik, bukan menjadi kenangan buruk. Wisuda yang tetap
memperhatikan nilai-nilai pendidikan bukan sebagai ajang adu gengsi.
Perayaan wisuda sekolah perlu dilakukan apabila tidak ada yang merasakan keberatan
dan juga dirayakan dengan tidak terlalu mewah tapi dapat menjadi momen terakhir
yang bahagia dan terkenang baik.
Comments
Post a Comment