Skip to main content

Terkadang Perbedaan Menjadi Masalah Besar Dalam Hubungan

Menelaah makna lagu Mangu

Oleh; Adlin Dafi Ardyansyah

 

Lagu merupakan suatu hal yang menjadi teman serta hiburan bagi semua kalangan umur manusia. Sudah seperti lauk, tidak lengkap rasanya tanpa ada musik yang terputar menemani kegiatan sehari-hari bahkan setiap makan, tidur, dan beberes rumah harus ada lagu yang terputar. Apalagi di media sosial sering kali kita melihat video dengan musik yang indah mengiringi membuat kita betah melihat video tersebut. Lagu juga bisa memainkan emosi seseorang yang dapat memahami betul isi dari lagu tersebut. Setiap tahun atau bahkan bulan pasti ada lagu yang sedang populer di media sosial, nahh… kali ini kita akan membahas tuntas makna lagu yang sedang hits ini. Yaitu, lagu berjudul mangu yang dinyanyikan oleh Charita Utamy dan Fourtwnty.

Sebelum kita masuk dalam pembahasan makna lagu ini, alangkah baiknya kita mengenal siapa pencipta lagu ini? Mangu ini diciptakan oleh Ari Lesmana yang menjadi vokalis Fourtwnty. Fourtwnty adalah grup musik indie asal Indonesia yang sering dikenal dengan aliran folk-pop[1] dan lirik puitis yang menyentuh.

Mangu yang memiliki arti termangu, terdiam, terrmenung, dan bingung karena kesulitan yang dihadapi pasangan dalam menghadapi perbedaan tersebut. Singkatnya lagu ini menceritakan hubungan yang terhalang oleh perbedaan kepercayaan atau keyakinan. Agar lebih mudah, mari kita bedah lirik lagunya.

“Suatu malam adam bercerita

Hawanya tak lagi di jalur yang sama

Bacaan dan doa yang mulai berbeda”

Pada pembukaan tepatnya pada lirik “Bacaan dan doa yang mulai berbeda.” Kata-kata ‘berbeda’ Mencerminkan bahwa mereka sudah berbeda dalam hal keyakinan.

“Kau menggenggam kumenadahnya”

Dalam lirik tersebut menggambarkan pasangan tersebut tetap saling mendukung dalam doa namun dengan cara yang berbeda sesuai dengan keyakinan masing-masing.

“Tak lagi sama

Arah kiblatnya”

Lagu ini ditutup dengan perbedaan yang sangat mendasar dalam perihal keyakinan.

Secara detail Lagu ini meceritakan tentang hubungan yang awalnya harmonis harus terguncang karena perbedaan keyakinan tersebut. Perbedaan keyakinan bukanlah masalah kecil tetapi masalah yang dapat bergantung untuk masa depan hubungan mereka. maka dari itu kesulitan mempertahankan hubungan menjadi masalah, bahkan cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan hubungan yang dihadapi oleh perbedaan yang begitu besar. Tak sampai disitu pasangan tersebut dihadapkan pilihan yang sulit, yaitu mempertahankan hubungan atau lebih memilih keyakinan mereka. Mangu dipilih menjadi judul karena menggambarkan perasaan yang dialami kedua belah pihak yaitu sedih, bingung, dan merenung, tidak tahu akan kelanjutan hubungan mereka. Lagu ini menekankan bahwa cinta tidak cukup untuk mengatasi perbedaan yang mendasar seperti keyakinan, dan bisa menjadi tantangan besar dalam sebuah hubungan. 



[1] Musik folk-pop merupakan genre yang menarik karena menggabungkan kebebasan lirik musik folk dengan aransemen yang intim dan sederhana, serta lirik yang mudah dicerna dari musik pop. 


Comments

Popular posts from this blog

Paradoks Frasa: Semakin Banyak Belajar Semakin Bodoh by Gemini

  Paradoks Frasa: Semakin Banyak Belajar Semakin Bodoh (Studi Kasus: Individu)   Adlin Dafi Ardyansyah 1. Madrasah Aliyah Khusus Keagamaan MASS Tebuireng 1. adlindafi2506@gmail.com     Abstrak   Paradoks merupakan suatu hal yang sudah tak biasa kita dengar dikalangan para pelajar, salah satunya adalah paradoks “Semakin Banyak Belajar Senakin Bodoh” apabila kita mendengarnya secara mentah-mentah tentu saja kontradiktif. Pernyataan itu harus dicerna lebih dalam, Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi fenomena di balik paradoks tersebut, dengan memfokuskan pada peran metakognisi dan manifestasi efek Dunning-Kruger. Kita mengemukakan hipotesis bahwa persepsi seputar “kebodohan” selalu menggiring kita ke pengertian yang negative. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah gabungan dari survei dan wawacara terhadap para siswa dan guru yang paham di bidang tersebut. Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa siswa yang memiliki k...

Perlukah Wisuda di Sekolah?

  Perlukah Wisuda di Sekolah?   Adlin Dafi Ardyansyah 1 Madrasah Aliyah Salfiyah Syafi’iyah Program Keagamaan dan Kebahasaan 1 adlindafi2506@gmail.com     Abstrak   Wisuda menjadi momen yang paling dinantikan oleh para mahasiswa atau siswa sekolah dasar hingga menengah keatas. Kelulusan seorang siswa menjadi kebahagiaan dan penuh kenangan yang pernah dilalui oleh semua siswa. Terutama masa putih abu-abu yang kerap menjadi sebuah kisah yang selalu dikenang hingga dewasa nanti. Dimulai dari kisah cinta dan persahabatan yang terkenang. Selain itu, wisuda menjadi tanda bahwa seorang siswa atau mahasiswa siap untuk melanjutkan jenjang selanjutnya. Untuk mengenang kisah tersebut maka para siswa/guru berinisiatif merayakan kelulusan dengan mengadakan serangkaian acara wisuda.     1          Pendahuluan Wisuda menjadi momen kelulusan yang identik dengan jenjang perkuliahan, yang mana men...