Keindahan gunung
menjadi alasan utama para pendaki rela meluangkan waktu dan menguras tenaganya.
Dengan waktu tempuh yang tak sebentar dan menguras tenaga yang tak sedikit,
mendaki tetap menjadi olahraga yang digemari banyak orang terlebih lagi anak
muda. Meski bahaya dan risiko kecelakaan di gunung besar, tapi banyak anak muda
yang berlomba-lomba menaklukkan beberapa gunung. Dimulai dari film yang
terkenal pada masanya yaitu 5cm yang disutradrai Rizal Mantovani mampu menarik minat
penonton terhadap dunia pendakian. Dari keindahan Ranu Kumbolo, Tanjakan Cinta
bahkan hingga sampai ke puncak Mahameru, perjuangan yang akhirnya terbayarkan
dengan keindahan alam. Tidak hanya puncak mahameru tetapi banyak puncak gunung
lain yang menjadi incaran para pendaki.
Tetapi ada sebagian pendaki bukan hanya melihat keindahan ciptaan yang kuasa dari atas gunung. tetapi juga mengambil Pelajaran yang didapat dari pendakian. Menyaksikan betapa kecilnya manusia dari atas gunung dan mengakui bahwa manusia memang sekecil itu bukan sepatutnya kita sombong di dunia yang begitu besar ini. itulah kata-kata yang sering dikatakan Fiersa Besari dalam pendakiannya. Bukan saja keindahan alam, tapi makna dari setiap langkah yang berarti. Selain itu, pendakian mengajarkan kita untuk kerja sama tim dan mengolah fisik kita agar mendaki dan turun dengan selamat. Bahkan ada kutipan seperti ini “Bukan setan yang membuat kematian di gunung, tetapi kebodohan” kalimat itu ada benarnya, karena apabila kita mendaki gunung hanya modal uang dan nekat saja tidak cukup perlu juga ilmu pengetahuan seputar dunia pendakian. Mulai dari menyiapkan alat dan perlengkapan yang harus dibawa menyesuaikan dengan keadaan gunung yang ada
Pada intinya, mendaki bukan hanya untuk melihat keindahan alam semesta tetapi juga memperlihatkan sifat asli dari setiap manusia, maka dari itu di gunung kita harus berusaha memahami karakter setiap manusia. Gunung mengajarkan banyak hal seperti cara bersyukur, saling peduli, dan mencintai. #safetyfirst
Comments
Post a Comment